• 2

    Dec

    Oleh-oleh Treasury Writer Festival 2013

    Read More
  • 27

    Aug

    Sisi Baik dan Buruk Manusia

    Read More
  • 28

    Mar

    Indahnya Menraktir

    “Bapak sudah makan?” kata seorang pegawai di sebuah Kementerian di Jakarta pada seorang bapak yang bekerja sebagai security. “Mau saya bungkusin?” tanyanya lagi sebelum si bapak tadi menjawab. “Oh, boleh, mas. Makasih banyak…” katanya dengan senyum sumringah. * * * “Mas, nasi ayam bakar dua bungkus!” kata seorang pegawai tadi saat tiba di sebuah rumah makan padang sederhana, di dekat kantornya. Ketika tahu karyawan rumah makan selesai membungkuskan dua bungkus nasi, sebelum menyerahkan pada si pegawai, dengan sigap si pegawai segera membuka dompet lalu menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan. “Udah dibayar, mas!” ujar karyawan rumah makan. Dengan ekspresi wajah yang keheranan, si pegawai bertanya, “Lho, sama
    Read More
  • 7

    Mar

    Nyampah di Dunia Maya

    Bersyukur masih dapat menjenguk blog-ku yang terbengkalai. Setelah beberapa bulan lamanya tak berkunjung. Sudah banyak ‘rumput’ alias komentar spam, yang salah satu alasan kuat memelihara rasa malas untuk me-maintenance blog ini. Dipikir-pikir, tak tega juga aku nyampah di dunia maya. Sebagaimana aku juga tidak tega sedikitpun membuang selembar tisu tipis bukan pada tempatnya. Mudah-mudahan ada sukarelawan yang dikirim Tuhan buatku untuk memberikan motivasi untuk membangkitkan semangatku kembali untuk senantiasa memelihara setiap karunia yang dianugerahkan Tuhan, tak terkecuali blog gratis ini.
    Read More
  • 31

    Aug

    Yang Pergi dan Yang Dilupakan

    Satu detik berlalu. Gaung “kemenangan” -walau sebenarnya hanya untuk sebagian orang- amat terasa saat adzan maghrib berkumandang. Penantian telah berlalu. Bermuara pada ruang bahagia bernama malam takbiran. Lepas sudah kekang terali. Yang mengikat siapapun untuk dapat menahan rasa lapar dan dahaganya di siang hari. Terlepas anjuran untuk ‘begadang’ di setiap malamnya untuk ruku’ dan sujud berkali-kali. Anjuran untuk memperbanyak tilawah, mengkaji ayat Illahi, memperlebar ruang dompet untuk dapat bersedekah, dan amalan-amalan lainnya hingga ditutup dengan kewajiban membayar zakat fitrah. Sayang. Sungguh teramat sayang. Sejatinya masa-masa “pendidikan” itu hanya sekadar permulaan. Yang semua yang didapatkan adalah untuk modal masa depan. Bekal untuk
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post