• 17

    Mar

    Kebahagiaan Penutup Hari

    Perjalanan pulang kerja, menempuh jarak 60 km dari jantung kota Jakarta, yang dapat menghabiskan waktu lebih kurang satu setengah jam bahkan lebih, tentu dapat menguras tenaga. Sesampai di rumah, hanya tersisa rasa lelah. Kantuk yang kadang tak dapat di tahan. Lebih-lebih jika usai mandi dan makan. Namun, satu hal yang membuat diri ini bertahan untuk tidak memejamkan mata secepat mungkin adalah bisa menyaksikan anakku, di detik-detik terakhir memejamkan mata, sebelum akhirnya terlelap di tidurnya. Sebuah kebahagiaan tersendiri yang tak dapat diukur. Ketika waktu tidur telah tiba, semua mainan yang sempat berceceran di ruang keluarga dibereskan bersama-sama. Menuju toilet untuk buang air kecil. Lalu sambil bernyanyi-nyanyi riang, melangkah ke dalam kamar kecil nan sederhana. Merebahkan bad
    Read More
  • 1

    Mar

    Jangan Ditiru !!

    Ia belum mengerti apa itu bersuci. Apalagi dengan istilah wudlu. Jika ia hendak mendirikan sholat, maka ia berdiri tegak, tepat di tengah-tengah sajadah. Dengan pakaian seadanya, bahkan hanya celana pendek yang diujungnya terurai benang, yang jika ditarik akan semakin panjang dan merusak pola jahitan. Setelah melihat orang lain takbiratul ihram, ia akan langsung mengangkat kedua tangan ke atas, seolah hendak menggapai sesuatu. Lalu, sesaat kemudian meletakan tangan di atas dadanya. Kadang tertukar, tangan kiri menindih tangan kanannya. Ketika orang lain belum melakukan ruku, ia sudah mendahuluinya. Salah pula! Bukannya lutut atau sekitar lutut yang ia pegang. Ia malah memegang pergelangan kaki, dan kemudian bangkit kembali, tegak berdiri seperti semula. Dan ia akan melakukan ruku untuk ke
    Read More
  • 17

    Feb

    Dinas Luar Kota

    Gambar di ambil dari : apotekfarhan.wordpress.com Seperti biasa, aku pulang kerja sekira pukul 7. 30 malam. Namun tak biasanya, anakku belum juga menyambut di teras rumah. Padahal sudah sedari tadi sejak aku mematikan sepeda motor, aku di teras rumah. Duduk sejenak sembari melepas masker, sarung tangan, jaket, body protector, dan sepatu. Biasanya, jika ia mendengar suara motorku, disusul dengan decitan suara gerbang pagar geser, dengan tergesa ia membuka pintu dan menyambutku di teras. Mengoceh, memberitahu apa-apa yang ia alami seharian. Tentu bersama ibunya. Sebelum akhirnya biasanya kuingatkan untuk cium tanganku dulu setelah ia menjawab salam. Kubuka pintu rumah, Assalaamualaikum… salamku untuk anak dan istriku. Berharap dapat sambutan hangat. Namun istriku hanya menjawab den
    Read More
  • 14

    May

    Terima Kasih Telah Merawat Anakku

    Hari ini, genap sudah usia anakku, dua tahun. Si kecil yang lucu, yang menggemaskan, yang membuat ayahnya selalu ingin cepat pulang. Bukan waktu yang sebentar. Apalagi bagi istriku, menghadapinya saat kondisi rewel, banyak menangis, namun tak sedikitpun paham apa yang diinginkan. Tak jarang kutemui istriku dalam keadaan sedih, duduk menghadap TV, namun pandangannya kosong. Padahal si kecil sedang ngoceh sembari jingkrak tak beraturan memandang tontonannya. Sedangkan aku, baru saja pulang kerja. Kudekatkan wajahku, sejajar dengan wajah istriku. Rewel lagi, ya? tanyaku memastikan. Istriku biasanya akan selalu diam, sebagai perwakilan dari kata YA dari pertanyaanku. Dan aku hanya bisa menghibur sebisa kumampu, hingga dia mau tersenyum. Hari ini, walaupun salah jika harus menunggu moment sepe
    Read More
-

Author

Search

Recent Post