Ayah pilih kue atau handphone?

5 Apr 2013

469b1df746084684ba896b8678b0b2cb_mqdefaultAyah, ayah pilih mana? handphone atau ? tanya seorang gadis kecil ketika melihat ayahnya sibuk sendiri dengan gadget-nya.

Handphone dong! jawab sang ayah tanpa ragu.

Handphone ayah bisa diputar gak? tanya si gadis kecil lagi sambil mengambil sebuah kue bulat coklat berlapis coklat putih di tengahnya, diteruskan dengan memisahkan kedua bagian luarnya dengan cara memutarnya.

Bisa! jawab sang ayah, lalu memutar handphone dengan trik-nya.

Bisa dijilat gak? si gadis lalu menjilat salah satu bagian kue yang terpisah yang memiliki lapisan putih.

Sang ayah nampak ragu. Walaupun akhirnya menjilatnya juga sambil bilang hmmm seperti ekspresi jilatan si anak.

Bisa dicelupin gak? lanjut si gadis kecil sembari mencelupkan kue yang baru saja dijilat ke dalam sebuah gelas berisi susu.

Beberapa detik sang ayah terdiam. Berpikir mencari jawaban terbaik. Berharap tak ada kejadian sang ayah mencelupkan handphone-nya gara-gara menjawab tantangan si anak.

Wah, Handphone ayah gak suka basah dech… jawab sang ayah akhirnya.

Tapi tadi ayah jilat handphone-nya… tutur si anak tidak mau kalah.

* * *

Kukira pembaca pernah mendengar dan melihat tayangan sebuah iklan dengan dialog seperti di atas. Bagiku, selain tujuan komersial memasarkan produk biscuit, salah satu hal yang ingin disampaikan pembuat iklan secara tidak langsung adalah menyindir.

Ya. Menyindir orang-orang yang memiliki gadget canggih, dengan sejuta fitur hebat, lalu lebih memilih berkomunikasi dengan orang yang berkumpul dan jauh di dunia maya. Sedangkan orang-orang yang ada di sekelilingnya, di dekatnya, tidak dhiraukan.

Bagaimana jika yang tidak dihiraukan itu adalah orang tua, suami, istri, anak, saudara dan sahabat kita… atau bahkan diri kita?


TAGS iklan oreo anak dan ayah pendidikan gadget


-

Author

Search

Recent Post